Dosa dan Konsekuensi
Nama : Pinia
NIM : 20.01.04.0521
1 Raja-raja 11:1-13
Dalam perkop ini dosa puncak Salomo digambarkan tanpa penjabaran kejayaannya. Ia tidak hanya mempunyai banyak istri (walaupun la tahu bahwa hal ini dilarang Allah), namun hatinya pun telah terpaut kepada allah-allah lain karena istri-istrinya. Perjalanan akhir hidupnya sangal ironis dan kemunafikan. Dahulu la memanjatkan doa berkat untuk rakyatnya, ia mengharapkan hati seluruh umat dan dirinya dicondongkan kepada Tuhan agar hidupnya selalu menurut dan setia pada firman-Nya. Namun kenyataannya sekarang hati Salomo condong ke allah lain.
Inilah puncak dosa Salomo. Hati adalah pusat segala kehendak manusia. Ja kehendak Salomo tidak lagi berpusat pada Allah melainkan kepada dirinya sendiri, maka bisa dipastikan segala tindakan tindakan yang direncanakan dan dilakukan juga tidak sesua dengan kehendak Nya. Bahkan la sudah berani secara terang-terangan mendirikan bukit- bukit pengorbanan untuk semua istrinya.
Dampak dosa yang dilakukan Salome tidak dapat dilokalisir hanya pada lingkungan istana,tetapi telah menjadi preseden yang sangat buruk bagi seluruh bangsa Israel. Akibatnya mereka pun akan melakukan apa yang dilakukan oleh rajanya. Dengan kata lain dampak dosa Salomo sudah menasional dan sudah merusak kehendak seluruh bangsa Israel juga.
Dampak terberat bagi Salomo adalah kejayaan yang telah la bangun dengan susah payah akan memudar. Hanya karena komitmen penuh Allah kepada Daud, semua itu baru akan terjadi setelah Salomo meninggal. Dengan kata lain jika secara penampakannya hingga akhir hidup Salomo, la sendin tidak mengalami hukuman atas dosanya, ini tidak berani bahwa ia terbebas dari segala hukuman dosa atau Allah tidak tegas terhadap dosa yang sudah memuncak Hanya anugerah Aleh semata, konsekuensi itu akan dijatuhkan dan menghantam masa depan seluruh keluarga Salomo.
Renungkan Bila kita melihat seorang yang telah melakukan dosa namun hidupnya nampak tenang dan masih menikmati kedudukan dan kekuasaannya, jangan beranggapan bahwa ia terbebas dari konsekuensi dosa. Hanya karena kasih karunia-Nya, Allah menunda hukuman Nya, tetapi kelak pasti akan dijatuhkan setimpal dengan dosanya, sesuai dengan waktu dan kehendak Nya.
Komentar
Posting Komentar